Sering kali kita belum tahu pasti bagaimana menghadapi anak yang sedang tantrum, apakah cukup didiamkan atau perlu pendekatan khusus?
Sebenarnya tantrum sendiri itu apa sih?
Tantrum adalah ledakan emosi yang wajar pada anak, terutama usia 1–4 tahun. Kuncinya bukan memadamkan emosi, melainkan mendampingi anak melewatinya.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan ketika anak tantrum:
1. Tetap Tenang
Anak meniru emosi kita. Semakin kita tenang, semakin cepat tantrum mereda.
2. Berikan Validasi Emosi
Alih-alih berkata "Jangan marah!", coba katakan, "Kakak lagi marah, ya? Gak apa-apa merasa marah." Ini membantu anak mengenali perasaannya.
3. Alihkan Perhatian
Pada awal tantrum, alihkan perhatian anak ke aktivitas lain sebelum emosi memuncak.
4. Tetapkan Batasan dengan Lembut
Contoh: "Mama tahu kamu marah, tapi tidak boleh memukul. Kalau mau, kita bisa pukul bantal ini."
5. Berikan Pelukan
Beberapa anak butuh pelukan agar mereka merasa aman saat tantrum, bukan justru dijauhkan.
Ingat!
Tantrum bukan tanda anak nakal. Ini bagian dari proses belajar mengelola emosi.
Nah, itulah yang harus kita lakukan ketika melihat anak tantrum. Bukan didiamkan, melainkan didampingi.
Referensi:
Siegel, D. J., & Bryson, T. P. (2011). The Whole-Brain Child. Gottman, J. (1997). Raising an Emotionally Intelligent Child.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar